Sejarah Singkat

YAYASAN KEMALA BHAYANGKARI

Yayasan Kemala Bhayangkari terbentuk karena adanya rasa tanggung jawab, rasa senasib sepenanggungan, persaudaraan, persatuan dan kesatuan. Atas prakarsa ibu Widodo Budidarmo selaku ketua umum Bhayangkari pada saat itu mencetuskan ide pembentukan yayasan, gagasan tersebut dilanjutkan oleh ketua umum Bhayangkari ibu Poppy Awaluddin Djamin dengan mendaftarkan akte pendirian ke notaris ny. Hidayati Ananta Prajitno Nitisastro, SH pada tanggal 5 Mei 1980, dengan nama “ Yayasan Kemala Bhayangkari ” yang berkedudukan dan berkantor pusat di jakarta sebagai badan pengurus, perwakilan-perwakilan yang ada di pengurus daerah dan penghubung yang ada di Pengurus Cabang Bhayangkari.

Ibu Widodo Budidarmo & Ibu Poppy Awaluddin Djamin

Pada tanggal 5 April 1990, telah diadakan perubahan anggaran dasar dengan menambah bidang usaha, langkah penyesuaian ini dikuatkan dengan akte notaris ny. Hidayat Ananta Prayitno Nitisastro, SH, nomor : 78 tanggal 29 Agustus 1990. Selain itu juga pada tanggal 19 Juni 1990 mendirikan dan mengelola panti asuhan Bhara Tunas Bhakti yang berada di kedung-halang bogor, dan diresmikan oleh Kapolri pada saat itu Jenderal Pol. Drs. M. Sanusi.

Jenderal Pol. Drs. M. Sanusi

Dengan adanya perubahan struktur organisasi Yayasan Kemala Bhayangkari maka mempengaruhi perubahan tingkat kepengurusan Yayasan Kemala Bhayangkari, yaitu :

– Pada tanggal 19 Desember 2005 Yayasan Kemala Bhayangkari mengalami perubahan, membentuk, merubah dan menghapus tingkat kepengurusan Yayasan Kemala Bhayangkari yaitu menghapus kepengurusan Yayasan Kemala Bhayangkari gabungan, Cab.BS serta tingkat kepengurusan wilayah dan membentuk pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Mabes.

Dalam perkembangannya Yayasan Kemala Bhayangkari melaksanakan penyempurnaan, perubahan struktur dan susunan pengurus, dengan mempedomani segala ketentuan dalam Undang-Undang RI No.16 Tahun 2001 yang disempurnakan dengan perubahan Undang-Undang RI No.28 Tahun 2004 tentang perubahan Undang-Undang RI No.16 Tahun 2001 tentang ” Yayasan ”.

Langkah penyesuaian dan penyempurnaan yang dilakukan sejalan dengan tujuan Yayasan Kemala Bhayangkari sesuai anggaran dasar Yayasan Kemala Bhayangkari Pasal 2, yaitu :
“ Yayasan mempunyai maksud dan tujuan menciptakan cita-cita luhur untuk turut mengabdi tanpa pamrih secara nirlaba dibidang Sosial, Keagamaan dan Kemanusiaan .“

Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Umum Yayasan Kemala Bhayangkari Nomor : skep/26/IX/2005, tanggal
30 September 2005 tentang perubahan struktur organisasi dan susunan pengurus serta anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Yayasan Kemala Bhayangkari.

Maka struktur organisasi Yayasan Kemala Bhayangkari terdiri dari :

  • Pembina
  • Pengurus
  • Pengawas

Setelah diadakan penyempurnaan kepengurusan Yayasan Kemala Bhayangkari, maka pada saat ini jumlah Kepengurusan menjadi :

  • Tingkat Kepengurusan Gabungan : 1
  • Tingkat Kepengurusan Cabang BS : 5
  • Tingkat Kepengurusan Daerah : 33
  • Tingkat Kepengurusan Cabang : 361
  • Pengelola Sekolah Kemala Bhayangkari : 20

Sesuai Undang – Undang RI No.16 Tahun 2001 yang disempurnakan dengan Undang – Undang No.28 Tahu n 2004, Yayasan Kemala Bhayangkari telah meningkatkan kegiatannya dibidang Sosial, Keagamaan dan Kemanusiaan.

Pada tanggal 8 Oktober 2015, telah diselenggarakan Rapat Kerja Lima Tahunan Yayasan Kemala Bhayangkari, bertempat di Jakarta, pada Rapat Kerja Lima Tahunan tersebut telah diadakan penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Yayasan Kemala Bhayangkari disesuaikan dengan Undang-Undang Yayasan yang saat ini berlaku, dan disahkan dengan akte notaris juga dilaksanakan penyempurnaan Juklak, Jukminku, Jukminu serta Buku Pedoman Yayasan Kemala Bhayangkari.

Sedangkan pada Rapat Kerja Tahunan Yayasan Kemala Bhayangkari tahun 2019 yang dilaksanakan tanggal 13 Februari 2019, telah diputuskan :

  1. Pada anggaran rumah tangga Yayasan Kemala Bhayangkari Pasal 1 adanya penambahan tingkat kepengurusan, yang semula tidak mempunyai pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Gabungan, pada tanggal 15 Agustus 2018, telah dilaksanakan pembentukan pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari gabungan Lemdiklat, sehingga segala sesuatu yang berhubungan dengan tingkat Kepengurusan dan Struktur Yayasan Kemala Bhayangkari ditambahkan pengurus YKB Gabungan.
  2. Berdasarkan UU No. 16 Tahun 2001 tentang Yayasan dan UU No 28 Tahun 2004 tentang perubahan atas UU No.16 Tahun 2001, PP YKB menindaklanjuti secara bertahap pembuatan salinan akta cabang, berjumlah 629 sekolah bekerjasama dengan notaris Putra Rimenga, SH.
  3. Telah membuat pedoman tata cara  kerja sama Yayasan Kemala Bhayangkari dengan  CSR  ( Corporate Social Responsibility ).

Visi dan Misi Yayasan Kemala Bhayangkari :
“ Membantu kegiatan Bhayangkari dibidang Sosial, Keagamaan dan Kemanusiaan dalam mencerdaskan anak bangsa dan kesejahteraan Keluarga Besar Polri khususnya, serta masyarakat pada umumnya.”

  1. Yayasan Kemala Bhayangkari memiliki :
    1. Sekolah sejumlah 725 buah, terdiri dari :
      • Taman Penitipan Anak = 1 Sekolah.
      • Kelompok Bermain = 120 Sekolah.
      • Taman Kanak–kanak = 535 Sekolah.
      • Sekolah Dasar = 26 Sekolah.
      • Sekolah Menengah Pertama = 17 Sekolah.
      • Sekolah Menengah Atas = 10 Sekolah.
      • Sekolah Menengah Kejuruan = 3 Sekolah.
      • Sekolah Luar Biasa = 4 Sekolah.
      • TPQ = 6 Sekolah
      • Madrasah = 3 Sekolah.
    2. PSAC ( Panti Sosial Anak Cacat ) terdiri dari 2 Panti.
    3. Taman Bacaan tersebar diseluruh Indonesia terdiri dari 162 Taman Bacaan,
  2. Berdasarkan Surat Keputusan Kapolri No.Pol : skep/334/vii/2009, tanggal 13 Juli 2009, tentang pencabutan atas Surat Keputusan Kapolri No.Pol : skep/430/x/1989, tanggal 14 Oktober 1989, tentang pengelolaan Panti Asuhan Yatim Piatu Polri, di Komplek Kedunghalang Bogor, maka pada tanggal 13 Juli 2009, Panti Sosial Asuhan Anak Bhara Tunas Bhakti untuk Yatim Piatu Polri dibubarkan karena sudah tidak sesuai dengan persyaratan pengelolaan Panti Asuhan Yatim Piatu..
  3. Dalam usianya yang ke 39 pada tahun 2019 ini, Yayasan Kemala Bhayangkari telah dipimpin oleh 17 orang Ketua Umum yang pada tahun 2006 berganti dengan istilah Ketua Pembina, secara berturut – turut :
  1. Mulai tahun 1997 istri Irwasum Polri menjabat sebagai Ketua Harian Pengurus Pusat Yayasan Kemala Bhayangkari pada masanya, dijabat oleh :
    • Ny. Betty Nana Permana.
    • Ny. Yusie Nurdin.
    • Ny. Kemala Achwil Luthan.
    • Ny. Yun Mulyana.
    • Ny. Wiwik Binarto.

dan pada tahun 2006 istilah Ketua Harian berganti menjadi Ketua Pengurus Pusat Yayasan Kemala Bhayangkari disesuaikan dengan Undang-Undang Yayasan, dijabat oleh:

Demikian Sejarah Singkat perkembangan Yayasan Kemala Bhayangkari sejak dari berdirinya pada tanggal 5 Mei 1980 sampai dengan hari ulang tahunnya yang ke 39 tahun 2019.